Paper ini menyajikan studi kasus pendekatan “Resilience Development Project" dalam penanganan psikososial pengungsi anak korban bencana gempa dan tsunami di Indrapuri dan Lambaro Kabupaten Aceh Besar. Penulisnya ingin membuktikan bahwa penanganan masalah psikososial anak tidak serta merta harus menggunakan perspektif mekanistis atau linier, yang lebih mendasarkan pada konsep stimulus-respons dan menganggap klien sebagai seseorang yang pasif, melainkan sangat layak pula dilakukan dengan menggunakan perspektif interaksionis, yang lebih mendasarkan kepada kemampuan subjek sebagai individu yang aktif, kreatif dan memiliki kemauan. Baca selengkapnya.Tuesday, December 19, 2006
INTERSUBJEKTIVITAS PENGUNGSI ANAK
Oleh: Tukino
Paper ini menyajikan studi kasus pendekatan “Resilience Development Project" dalam penanganan psikososial pengungsi anak korban bencana gempa dan tsunami di Indrapuri dan Lambaro Kabupaten Aceh Besar. Penulisnya ingin membuktikan bahwa penanganan masalah psikososial anak tidak serta merta harus menggunakan perspektif mekanistis atau linier, yang lebih mendasarkan pada konsep stimulus-respons dan menganggap klien sebagai seseorang yang pasif, melainkan sangat layak pula dilakukan dengan menggunakan perspektif interaksionis, yang lebih mendasarkan kepada kemampuan subjek sebagai individu yang aktif, kreatif dan memiliki kemauan. Baca selengkapnya.
Paper ini menyajikan studi kasus pendekatan “Resilience Development Project" dalam penanganan psikososial pengungsi anak korban bencana gempa dan tsunami di Indrapuri dan Lambaro Kabupaten Aceh Besar. Penulisnya ingin membuktikan bahwa penanganan masalah psikososial anak tidak serta merta harus menggunakan perspektif mekanistis atau linier, yang lebih mendasarkan pada konsep stimulus-respons dan menganggap klien sebagai seseorang yang pasif, melainkan sangat layak pula dilakukan dengan menggunakan perspektif interaksionis, yang lebih mendasarkan kepada kemampuan subjek sebagai individu yang aktif, kreatif dan memiliki kemauan. Baca selengkapnya.